Setelah sukses dengan seri Grand Theft Auto: San Andreas, Rockstar kembali membuat projek game Grand Theft Auto (GTA) lainnya. Satu tahun berlalu, tepat pada tanggal 24 Oktober 2005 akhirnya Rockstar merilis game GTA di platform PSP yang menceritakan tentang kondisi Liberty City sebelum timeline GTA III. Game tersebut diberi judul Grand Theft Auto: Liberty City Stories. Seperti yang kita ketahui bahwa Liberty City merupakan kota yang paling buruk di Amerika Serikat, nah untuk mengetahui seberapa buruknya kota ini akan dijelaskan di game GTA Liberty City Stories ini. Tapi kayaknya game ini jarang dibahas dan dijadikan sebagai topik pembicaraan karena mungkin banyak orang udah keburu cinta mati sama GTA San Andreas. Atau mungkin karena game GTA Liberty City Stories ga layak dimainkan karena kalah popularitas? Untuk mendapatkan jawabannya, yuk langsung aja simak postingan review game GTA Liberty City Stories.

Story
Grand Theft Auto: Liberty City Stories menceritakan tentang seorang pemuda yang ingin bergabung menjadi bagian dari kelompok mafia yaitu Leone Family. Pemuda tersebut bernama Toni Cipriani. Toni sudah cukup kenal dengan pemimpin dari Leone Family yaitu Salvatore Leone dan ia juga sudah melakukan banyak hal untuk memperbaiki reputasi dari Leone Family. Toni melakukan tugas yang cukup berat untuk bisa bergabung dengan keloompok mafia tersebut sehingga membuatnya harus meninggalkan Liberty City dalam waktu yang cukup lama. Setelah ia kembali ke Liberty City, alangkah mencengangkan ketika melihat posisi Capo sudah diduduki oleh orang lain yaitu Vincenzo Cilli. Toni berharap ketika ia kembali ke Liberty City ia langsung diangkat menjadi Underboss karena merasa sudah banyak yang ia lakukan terhadap keluarga Leone, tetapi tetap Salvatore menjadikan Toni sebagai Soldier dari Vincenzo. Toni harus mematuhi semua perintah dari Vincenzo, sejak diterapkannya kebijakan seperti ini antara Vincenzo dan Toni memiliki hubungan yang tidak harmonis.

Toni Cipriani bertemu dengan Salvatore Leone

Awalnya, semua perintah yang Vincenzo berikan bertujuan untuk membuat Leone Family berjaya. Di salah misinya Toni bertemu dengan J.D. untuk dimintai melunasi utang-utangnya. Tetapi, semakin hari semakin tidak beres dan selalu membuat Toni dalam bahaya. Ketika Toni diperintahkan untuk mengambil mobil milik Vincenzo, ia benar-benar dijebak dan Vincenzo mengharapkan agar Toni tertangkap polisi atau lebih baik mati. Tetapi, Toni berhasil kabur dari polisi dan memutuskan untuk mengabaikan semua perintah Vincenzo. Tetapi, ada satu hal yang membuat Toni bertemu lagi dengan Vincenzo yaitu ketika Toni diajak Vincenzo untuk ke kapal untuk memasukkan kotak-kotak yang berisi drugs. Ternyata, Toni dijebak oleh Vincenzo dan Vincenzo membawa pasukan untuk membunuh Toni. Upaya itu tidak berhasil dan Toni berhasil membunuh Vincenzo.

Ketika Toni Cipriani diperintahkan untuk patuh terhadap Vincenzo Cilli

Salvatore mencium bau-bau pengkhianatan. Ia menduga J.D. adalah seorang pengkhianat karena ia bekerja di sebuah bar milik Sindaco Family. Akhirnya J.D. dibunuh di sebuah tempat pembuangan mobil. Masalah internal sudah selesai dan masalah lainnya muncul, mulai dari masalah keluarga dan masalah politik. Mama dari Toni selalu membandingkan anaknya dengan orang lain yang beliau kira orang lain selalu lebih baik daripada Toni. Bahkan Mama dari Toni sampai memanggil pembunuh bayaran untuk membuktikan Toni adalah anak terbaik yang ia miliki.

Lanjut ke masalah politik, Sicilian Family menyebarkan informasi provokatif yang menyebabkan kelompok Diablos, Triads, dan Leone Family saling bermusuhan. Toni berusaha untuk menyelamatkan Salvatore dengan cara membunuh para Triads dan Diablos. Hal ini menyebabkan Leone Family dituduh sebagai organisasi kejahatan. Untuk menghindari hal tersebut, maka Salvatore memerintahkan Toni untuk membunuh mayor Liberty City yaitu Roger C. Hole. Setelah berhasil dibunuh, pemilihan mayor baru dilakukan. Ada dua kandidat yang akan terpilih sebagai mayor Liberty City yaitu Donald Love dan Miles O'Donovan. Dengan kekayaan yang dipunya, Donald Love meminta bantuan Toni untuk memenangkan pemilihan walikota dengan cara membunuh para pendukung O'Donovan yang memiliki peran yang signifikan. Karena aksi tersebut, O'Donovan  memiliki barang bukti yang jelas untuk membuktikan bahwa Donald Love bermain curang untuk mendapatkan suara. Dengan begitu, Miles O'Donovan terpilih sebagai mayor baru. Kebijakan pertama kali yang dikemukakan oleh O'Donovan adalah memenjarakan Salvatore Leone.

Untuk membebaskan Salvatore dari penjara, Toni menyamar sebagai pengacara dari Salvatore. Salvatore memerintahkan Toni untuk lebih berinterasksi lagi dengan kelompok gang yang ada disekitar dan mecari kelemahan dari penguasa Liberty City yaitu Yakuza, Sindacco, Forellis, dan Sicilian. Singkat cerita, Toni berhasil membunuh Paulie Sindacco selaku pemimpin dari Sindacco Family dan atas dasar perintah dari Donald Love Toni diperintahkan juga untuk membunuh Franco Forellis. Toni bekerjasama dengan Yakuza yaitu Toshiko Kasen untuk mencuri semua peralatan senjata yang suaminya punya. Singkat cerita, Kazuki Kasen yaitu suami dari Toshiko berhasil terbunuh dan Toshiko memilih untuk bunuh diri untuk memperleh kedamaian. Dengan begitu, semua penguasa kota Liberty City kecuali Sicilian kekuatannya sudah meredup.

Salvatore sebenar sudah ditebus semua kesalahannya dan berhak untuk bebas, tetapi Sicilian Family tidak terima dengan keputusan itu. Justru Salvatore malah dipindahkan ke penjara yang mungkin lebih ketat pengawasannya. Tetapi hal itu tidak terjadi karena Toni berhasil menyelamatkan Salvatore. O'Donovan diculik oleh Sicilian Family yaitu Massimo Torini. Jika negoisasi antara mayor dan Sicilian Family berhasil, maka keluarga Leone akan terpuruk selama-lamanya. Dengan cepat, Toni dan Salvatore menghentikan aksi dari Torini dan Torini berhasil dikalahkan.

Secara story, bisa dibilang game ini memiliki story yang cukup berat karena berhubungan dengan masalah politik, politik, dan politik. Mungkin ini ya yang bikin males orang-oranhg buat main game ini karena mayoritas isi dari game ini adalah tentang politik yang kotor. Kalo biasanya pada cerita GTA identik dengan masalah pribadi dengan alur bekerja dengan seseorang, dikhianatin, dan diakhir dengan balas dendam kalo untuk GTA Liberty City Stories ini beda dari lainnya. Pada game GTA Liberty City Stories ini lebih menekankan kepada masalah yang dihadapi oleh keluarga Leone yang dimana Toni akan selalu siap untuk membantu agar keluarga Leone ini bisa tetap berjaya. Seru, tapi kalo kamu ga suka atau malah benci dengan yang namanya urusan politik sih ane ga rekomentasi game yang satu ini. Tapi, ternyata game ini punya peran yang penting juga di GTA 3D universe karena di game ini kamu akan tau siapa sebenarnya Salvatore Leone dan Donald Love yang muncul pada seri GTA lainnya.

Gameplay

Grand Theft Auto: Liberty City Stories merupakan game action adventure openworld sandbox yang dimana pemain akan bebas untuk memilih misi yang mana dulu yang akan dimainkan. Awalnya hanya ada satu kota saja yang dapat diakses yaitu Portland. Seiring dengan misi yang telah diselesaikan, maka wilayah kota akan terbuka satu persatu mulai dari Staunton Island dan terakhir adalah Shoreside Vale. Kota Liberty City dapat dijelajahi menggunakan kendaraan mobil & motor untuk di darat dan juga perahu untuk di laut.

Map Grand theft Auto: Liberty City Stories

Playlist lagu di game ini bisa dibialng biasa aja, ga ada lagu-lagu yang ikonik menurut ane. Ada 10 stasiun radio yang bisa diakses, yaitu Head Radio, Double Cleff FM, Lips 106, Rise FM, The Liberty Jam, Flashback FM, MSX 98, Radio Del Mundo, K-JAH, dan LCFR. Paling sih ane lebih suka muter radio Double Cleff FM karena isinya lagu-lagu klasik yang kebetulan ane sendiri demen lagu-lagu klasik. Ada dua lagu yang menurut ane ikonik banget yaitu Black March (Theme song dari GTA Liberty City Stories) dan diawal game ada lagu Theme song dari GTA III yang bener-bener bikin nostalgia. Faktanya, Black March pernah mendapatkan nominasi VGX Award for Best Soundtrack.

Kontrol dari game ini secara umumnya sama dengan seri-seri GTA sebelumnya. Hal membuat ane suka sama game ini adalah pas lagi ngendari kendaraan bermotor. Ane serasa lagi main  GTA sebelum seri San Andreas, dari tampilannya pas lagi ngendarain kendaraan bermotor kayak lagi main GTA Vice City atau GTA III di PS2 tapi dengan grafis yang lebih ok.  Efek apa itu namanya ane juga kurang tau, yang jelas sih itu keren banget. Untuk masalah kontrol, game ini punya mekanisme yang mirip dengan GTA III dan Vice City untuk ngendarain mobil dan pas lagi nembak. Mirip doang ya, tapi ga sama. Yang jelas, kontrol dari game ini merupakan pengembangan dari GTA III dan Vice City dan menghasilkan kontrol yang lebih mudah dan yang terpenting adalah ketahanan kendaraan untuk tidak meledak pada game ini ditingkatkan. Kenapa ane ga bilang aja ini pengembangan dari GTA San Andreas, kan secara tahun rilis GTA Liberty City Stories ini setelah San Andreas? Kalo buat San Andreas ane akuin sebagai kotrol yang paling sempurna untuk game GTA 3D Universe dan memang GTA Liberty City Stories ini ga sama kontrolnya dengan San Andreas, kecuali di bagian ngendarain motor.
 
Gameplay pada saat mengendarai mobil
 
Gameplay pada saat menembak

Walaupun kontrolnya cukup enak dan cukup mudah untuk dipelajari, ternyata ada fitur yang bikin pemain game ini jadi kesel banget. Di game GTA Liberty City Stories, sang karakter utama ga bisa berenang. Dan kalo kita tau di GTA San Andreas ada fitur yang dimana karakter utamanya bisa makan, workout, sparring martial arts, terbang pake pesawat, dan masih banyak lagi fitur yang bisa dibilang menakjubkan di GTA San Andreas. Pertanyaannya, kenapa GTA Liberty City Stories ga punya fitur yang menarik? Padahal game ini rilis satu tahun setelah GTA San Andreas rilis. Secara logika, harusnya di GTA Liberty City Stories jauh lebih baik daripada GTA San Andreas dari segi fitur. Udah fiturnya ga ada yang menarik, ga bisa beranng lagi. Mungkin dua faktor itu yang menyebabkan game ini jarang disentuh oleh banyak orang karena gameplaynya yang dianggap kurang menarik. Tapi  mungkin ini semua dilakukan karena mengingat keterbatasan storage dari UMD itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, game ini kan awalnya rilis cuma untuk PSP dan kemudian di port ke PS2. Mungkin itu yang menjadi alasan mengapa fitur di game ini ga menarik.

Oh ya, game ini ternyata bisa multiplayer online loh. Dan mode online ini cuma ada di versi PSP aja, di PS2 fitur ini dihapuskan. Ada 6 mode yang kamu bisa mainkan yaitu Get Streched, The Hit List, Street Rage, The Wedding List, dan Tanks for the Memories. Ya, dulu ane pernah nyoba sekali main secara WLAN untuk ngecek main secara multiplayer dan ga ngerti serunya main multiplayer di game ini apa. Mungkin karena belum nemuin orang yang ngerti main game ini secara multiplayer, makanya ane udah nganggepnya sebagai mode multiplayer yang ga ada gunanya sama sekali.

Conclusion

Grand Theft Auto: Liberty City Stories merupakan game openworld yang mengisahkan tentang Toni Cipriani yang berusaha melakukan apa saja demi keluarga Leone. Secara keseluruhan game ini memiliki cerita yang menarik, tapi jika kamu membenci hal-hal yang berbau politik maka game ini akan dipandang sebagai game yang sangat buruk karena mayoritas cerita didalm game ini membahas tentang politik yang kotor di Liberty City.  Mekanisme kontrolnya mirip dengan GTA III dan GTA Vice City. Meskipun mirip, tapi kontrol di game ini dibuat lebih mudah dan ketahanan mobil pada game ini juga ditingkatkan menjadi tidak mudah meledak. Walaupun rilis setelah GTA San Andreas, banyak sekali fitur yang dihilangkan sehingga orang yang belum mencoba game ini lebih males lagi untuk mencobanya. Di game ini terdapat mode multiplayer online dengan 6 mode yang berbeda yang bisa dimainkan secara online ataupun WLAN.

Ok, sampe disini dulu pemmbahasan tentang game GTA Liberty City Stories. Gimana pendapat kamu tentang game GTA Liberty City Stories? Yuk share pengalaman kamu di kolom komentar. Dan jangan lupa like & share fanspage Ha' GameZone di facebook dan like ig kita di @hazmanmiller. Sampai bertemu lagi di postingan selanjutnya ya.